Beranda » BAB III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN

                                         
A.          Desain Penelitian
Desain penelitian adalah rencana atau rancangan yang di buat oleh peneliti, sebagai ancar-ancar kegiatan yang akan di laksanakan.” [1]
Judul yang penulis kemukakan dalam penelitian ini adalah “Hubungan Antara Kinerja Guru Dengan Motivasi Belajar Dan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Negeri 1 Metro T.A. 2010/2011
 Maka penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif kuantitatif adalah data yang diperoleh akan digambarkan dengan kata-kata atau kalimat yang dipisah-pisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan.[2]
Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat dijelaskan bahwa penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dan berbentuk korelatif. Hal ini karena penulis ingin menggambarkan secara jelas dan dengan mendeskrepsikan data-data untuk mengetahui Hubungan Antara Kinerja Guru Dengan Motivasi Belajar Dan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam di SMK Neger 1 Metro Tahun Pelajaran 2010/2011.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat penelitian surve yang dimana peneliti mengamati dokumen data yang menunjang serta melakukan wawancara atau intervieuw guna menambah data-data penelitian.
Sedangkan penelitian ini bertempat di SMK Negeri 1 Metro.

B.           Populasi, Sampel dan Tehnik Sampling
1.            Populasi
Populasi adalah sejumlah keseluruhan dari unit analisis (subyek) yang cirinya akan diduga.[3]Sedangkan menurut Suharsini Arikunto “Populasi adalah keseluruhan objek penelitian.”[4] Berdasarkan pengertian diatas dapat dijelaskan bahwa populasi adalah sekelompok individu dari unit analisis yang memiliki ciri-ciri atau karakteristik tertentu. Adapun populasi yang penulis lakukan dalam  penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 1 Metro yang terdiri dari 11 kelas dengan jumlah keseluruhanya 331  dan terdapt kepala sekolah satu dan guru pendidikan agama islam 1, dengan rincian sebagai berikut: Kepala sekolah 1 orang, guru pendidikan agama islam 1 orang, staf TU 1 orang, kelas X AK1 38, kelas X AK2 32, kelas X P1 31, kelas XP2 32, kelas X P3 31, kelas X A1 36, kelas X A2 32, kelas X A3 31 siswa, kelas X AP1 28, kelas X AP2 30, dan kelas X TB 10. Dengan jumlah total 331 siswa
Dari pendapat diatas maka populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa Kelas X di SMK Negeri 1 Metro berjumlah 331 siswa.
2.            Tehnik Pengambilan  Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang akan diteliti.[5]Sampel ini merupakan wakil populasi yang ada, sehingga dalam mengambil sampel ini nantinya harus representative dan benar-benar mewakili seluruh populasi yang ada dalam penelitian ini, sementara itu, pengertian sampel menurut nana sudjana adalah “wakil dari populasi”[6]
Selanjutnya dalam penelitian ini cara pengambilan anggota sampel penulis menggunakan pedoman sebagaimana pendapat Suharsimi Arikunto :
Untuk sekedar ancer-ancer maka apabila subyeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupkan penelitian populasi, selanjutnya jika lebih dari 100, maka dapat diambil antara 10 – 15% atau 20 – 25% atau lebih tergantung setidak-tidaknya dari ; (a). Kemampuan penelitian dilihat dari segi waktu, tenaga dan dana, (b) Sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subyek kerena hal ini menyangkut banyak sedikitnya dana, (c) Besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh sipeneliti.”[7]

Dengan berpedoman pada pendapat diatas, maka penulis menetapkan sampel sebesar 15 % dengan perhitungan sebagai berikut : 331 x 15% = 50 siswa, kemudian untuk menentukan besarnya sample ini maka penulis menggunakan teknik cluster sampling, yaitu hanya mengambil satu daerah penelitian, yakni kelas X AP dan kelas X P3 dengan jumlah 50 orang



C.          Devinisi Operasional Variabel
Definisi Operasional merupakan petunjuk bagai mana caranya mengukur suatu variabel.”[8]
Menurut Edi Kusnadi definisi operasional variabel adalah “definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diambil atau di observasi serta dapat di ukur.”[9]
Dengan demikian variabel yang ada dalam penelitian ini akan didefenisikan secara operasional dan yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah
1.            Variabel Bebas
1)            Kinerja Guru
         Kinerja guru merupakan kemampuan yang ditunjukan oleh guru dalam melaksanakan tugas atau pekerjaanya, kinerja dikatakan baik dan memuaskan apa bila tujuan yang dicapai sesuai engan standar yang telah ditetapkan.
         Adapun indikator dari kinerja guru disini adalah sebagai berikut :
a.             Kemampuan membuat perencanaan dan persiapan mengajar
b.            Penguasaan materi yang akan di ajarkan kepada siswa
c.             Penguasaan metode dan strategi mengajar
d.            Pemberian tugas-tugas kepada siswa
e.             Kemampuan mengelola kelas
f.             Kemampuan melakukan penilaian dan evaluasi
2)            Motivasi Belajar
Adapun yang dimaksud dengan motivasi ini adalah dorongan atau semangat yang timbul dari guru maupun yang timbul dari siswa itu sendiri.
Karena, motivasi yang timbul dalam diri sendiri itu lebih berperan penting dalam proses belajar mengajar, agar tujuan pembelajaran dapat tercantum berstandar nasional.
Adapu indikator motivasi belajar ini adalah sebagai berikut :
Motivasi Ektrinsik
1.            Sekolah (guru)
Contohnya :
a.             Memberi angka
b.            Memberi hadiah
c.             Persaingan
d.            Pujian

2.Variabel Terikat
Yang menjadi variabel terikat dalam penelitian ini adalah Prestasi Belajar.
Adapun yang dimaksud dengan prestasi belajar itu hasil belajar yang diperoleh siswa dari proses bimbingan dan asuhan guru bidang studi Pendidikan Agama Islam setelah mereka mengikuti proses belajar mengajar dalam kurun waktu tertentu. Sementara itu indikator prestasi yang diukur adalah meliputi aspek kognitif/afektif dan juga psikomotorik.

D.          Metode Pengumpulan Data
a.            Metode Angket
Metode Angket/Quisioner adalah tehnik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner (daftar pertanyaan/isian) untuk di isi langsung oleh responden seperti yang dilakukn dalam penelitian untuk menghimpun pendapat umum.[10] Metode ini mempunyai kesamaan dengan wawancara kecuali dalam pelaksanaanya, angket ini di lakukan dengan tertulis sedangkan wawancara dengan lisan.
Metode ini digunakan untuk mendapatkan data tentang kinerja guru dan  motivasi belajar siswa.
Adapun tehnik pengukuran yang penulis lakukan dalam melihat masalah kinerja guru dengan motivasi belajar ini adalah dengan menggunakan item-item pertanyaan dengan jelas  yang terdiri dari 30 pertanyaan dan masing-masing pertanyaan tersebut memuat 3 alternatif.jawaban tersebut nantinya akan diberikan skor masing-masing yaitu 3 untuk jawaban a, 2 untuk jawaban b, dan 1 untuk jawaban c.
Dari skor-skor inilah nantinya akan diketahui tingkat kinerja guru dan motivasi yang dimiliki oleh guru dan siswa kelas X di SMK Negeri 1 Metro tahun ajaran 2010/2011 yang terdiri dari tinggi, sedang, dan rendah.



b.            Metode Interview
Adalah bentuk komunikasi langsung antara peneliti dan responden. Komunikasi langsung dalam bentuk Tanya jawab dalam hubungan tatap muka, sehingga gerak dan mimik responden merupakan pola media yang melengkapi kata-kata secara verbal.[11]
Metode ini penulis gunakan untuk interview kepada kepala sekolah SMK Negeri 1 Metro dan guru bidang studi pendidikan agama islam.

c.             Metode Observasi
Adalah tehnik pengumpulan data yang dilakukan melaliu suatu pengamatan, dengan disertai pencatatan-pencatatan terhadap keadaan atau prilaku objek sasaran.[12]
Observasi yang penulis lakukan dalam penelitian ini adalah observasi langsung dengan jenis non partisipan yang digunakan untuk memperoleh data tentang keadaan kinerja guru dengan motivitas belajar dan prestasi belajar bidang studi pendidikan agama islam.

d.            Metode Dokumentasi
Menurut Suharsimi Arikunto “Dokumentasi asal katanya dokumen artinya barang-barang yang tertulis, didalamnya memuat surat-surat kabar dan majalah, prestasi, notulen rapat dan sebagainya.” [13]
Metode ini penulis gunakan untuk mendapatkan data tentang kondisi sekolah, nilai mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, sejarah sekolah dan struktur sekolah.
E.           Tehnik Analisa Data
Setelah data terkumpul kemudian data tersebut diklasifikasikan sesuai dengan kebutuhan dan kelompoknya, kemudian dianalisa dan diolah untuk diambil suatu kesimpulan.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisa statistik yang berbentuk kuantitatif untuk mengetahui hubungan variabel bebas dengan variabel terikat, maka penulis menggunakan rumus product momen.
Keterangan :
rxy                   = Koefisien Korelasi
XY          = Jumlah hasil perkalian antara nilai X dan nilai Y
X2                        = Jumlah seluruh nilai X2
Y2                        = Jumlah seluruh nilai Y2. [14]


[1]   Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Cet. Ke 13, Rineka Cipta, Jakarta, 2006, h. 51
[2]   Suharsimi Arikunto, Ibid, h. 209
[3]  Edi Kusnadi, Metodologi Penelitian Aplikasi Praktis, Cet. Ke V,  Ramayana Pers, Jakarta, 2005, h. 92
[4]  Suharsimi Arikunto, Op.cit, h. 23
[5] Edi Kusnadi, Metodologi Penelitian, Cet. Ke I, Ramayana Pers, Metro, 2008, h. 80
[6] Nana Sudjana, Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah, Sinar Baru, 1998, h. 53
[7] Suharsimi Arikunto, Op.Cit h, 120
[8]Pedoman penulisan karya ilmiah, STAIN Jurai Siwo, Metro, 2005, h, 33
[9]Edi Kusnadi, Op.cit,  h. 82
[10]Abdurrahmad Fathoni, Metodologi Penelitian dan Tehnik Penyusunan Skripsi, Cet. Ke I, Rineka Cipta, Jakarta, 2006, h. 11
[11] W. Gulo, Metodologi Penelitian, Grasindo, Cet. Ke IV, Jakarta, 2002, h. 119
[12] Abdurrahmad Fathoni, Op.cit, h. 104
[13]Suharsimi Arikunto, Op.cit, h. 188
[14]Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, Rajawali Pers, Jakarta, 1987, h 193

www.gangunik.blogspot.com